Selasa, 17 Januari 2017

TEMPAT MANISAN KILLIN




Tempat manisan berdimensi panjang 30 cm, lebar 12,5 cm dan tinggi 21,5 cm
pada bagian atasnya dihiasi sepasang qilin sebagai penjaga dan pembawa perdamaian



merupakan barang tua dengan kondisi original 
terdapat erosi pada beberapa bagiannya tapi tidak mengurangi keindahannya


pada bagian bawahnya dihiasi ukiran sepasang naga, dikarenakan tempat manisan ini biasa digunakan pada upacara sembahyang Tuhan Allah (tanggal 7 bulan 1 penanggalan imlek)
dan bagian tengah terdapat ornamen flora yang melambangkan kehidupan dan kesuburan


Sepasang qilin sebagai penjaga, pembawa perdamaian dan nasib baik menghiasi bagian atas dari tempat manisan ini
meski terdapat erosi pada beberapa bagiannya tapi tidak mengurangi keindahan dari benda terpakai ini, justru malah semakin memancarkan usia dari tempat manisan ini

sayang untuk dilewatkan

Senin, 16 Januari 2017

AYAM 雞


Ayam 雞 merupaka urutan ke 10 dalam 12 shio
menurut kalender imlek tanggal 28 Januari nanti kita akan memasuki tahun baru dimana kita memasuki Tahun Ayam Api, yang dimulai dari tanggal 28 Januari 2017 (Tahun Baru Imlek China atau Festival Musim Semi China) dan berlangsung sampai dengan tanggal 15 Februari 2018. Elemen Api (Yin) menjadi unsur dominan di tahun ini yang menunjukkan kehangatan serta ketenangan batin di dalam menjalin hubungan antar pribadi dan keluarga


Ayam dalam Horoskop Cina dikenal sebagai pahlawan gagah berani yang sulit dimengerti dan eksentrik. Penampilan luarnya yang gagah bisa dianggap sebagai simbol keyakinan dan kesiap-siagaan. Namun, pemikirannya cukup konservatif dan kolot.  Meski begitu, Shio Ayam menarik dan penuh gaya. Ayam tak pernah berjalan terbungkuk-bungkuk. Posisi tubuhnya selalu tampak tegak dan pongah. Bahkan, pemilik Shio Ayam yang paling pemalu sekalipun masih memiliki potongan tubuh yang langsing dan selalu mempertahankan sikap tegas yang khas.


Wajar tapi menawan, lepas bebas tapi sopan, tenang, dan berkelas penampilannya. Ia berlapang dada, menangani masalah secara serius dan konsentrasi, tidak serampangan, tidak ragu-ragu, tabah, dan tekun. Shio Ayam terus menerjang meski dihadang kesulitan. Kegagalan tidak akan mengurangi semangat juangnya. Ia tak akan tunduk pada siapa atau apa pun, tak mau kalah, selalu ingin membandingkan keunggulannya dengan keberhasilan orang sehingga tak jarang timbul “gesekan”. Dia tak akan lari hanya karena perselisihan. Ia akan menghadapinya seperti layaknya Ayam jago.



Cerdik, mampu berorganisasi, ahli keuangan dengan anggaran yang ketat, piawai di bidang perencanaan. Bisa memanfaatkan uang secara sangat hati-hati dan penuh perhitungan. Dia menolak spekulasi. Meski paceklik, ia selalu punya tabungan karena dia efisien mengatur uang dan sama sekali tidak pelit. Namun, kegemarannya bersolek bisa menghabiskan banyak uang. Tak bisa disembunyikan, ia memang mengagungkan kemegahan duniawi. Padahal, bila ditelaah lebih jauh, ia sebenarnya konservatif dan canggung, taat peraturan, dan betah berlama-lama berdiam dalam lingkungan yang sama.


Shio Ayam adalah perfeksionis sejati, bermata jeli terhadap hal-hal kecil, dan agak teoritis. Idenya kadang dirasa hanya cemerlang di atas kertas daripada dalam kehidupan nyata. Ia sering lupa pada kelemahan moril manusia. Jalan pikirannya ilmiah dan tak bisa memahami mengapa orang lain tak bisa hidup seperti caranya. Namun, Shio Ayam sangat tulus dan ikhlas ketika membantu orang. negatifnya, ia terlalu konservatif dan memegang teguh apa yang diyakininya hingga cenderung menolak pandangan orang lain.


Ayam adalah pekerja yang bereputasi sangat baik. Ia tahu betul cara menyenangkan hati atasan. Tenaganya tak terbatas dan kemauannya keras untuk mencapai sukses. Namun, ia kadang terlalu yakin. Tak jarang dia menerima tugas yang mustahil dikerjakan. Namun, dasar nasib baik, ia akan sukses berikut rezeki dari tempat-tempat yang sudah dikenal umum. Ia tak perlu mengembara jauh-jauh untuk menemukan keberuntungan. Ayam masih bisa mencari makan di tanah yang paling keras sekalipun.


Netsuke ayam terbuat dari kayu dengan detail pengerjaan yang sangat halus membuatnya tampak hidup dan berkarakter
dengan dimensi 7 cm x 5 cm x 3 cm
cantik untuk menyambut kedatangan tahun ayam

Rabu, 11 Januari 2017

NETSUKE GADING


Netsuke adalah seni patung yang dikembangkan di Jepang selama lebih dari tiga ratus tahun.


Netsuke berfungsi sebagai benda fungsional maupun estetika


Pakaian tradisional Jepang (kimono) tidak memiliki kantung. Oleh karena itu, perempuan menyelipkan barang-barang pribadinya ke dalam lengan baju mereka, 


sedangkan laki-laki menaruh barang-barang pribadinya di belakang obi dengan menggunakan sagemono.


Agar sagemono ini tidak lepas maka dipasang sebuah jangkar kecil yang disebut netsuke


Ketika penggunaan kimono mengalami penurunan, netsuke justru menjadi miniatur patung yang berharga, lebih dari sekadar aksesori pakaian


Terbuat dari gading yang diukir dengan detail yang sangat halus,
netsuke meupakan salah satu benda seni yang layak untuk dikoleksi

Selasa, 10 Januari 2017

KINANGAN PERANAKAN / PALEMBANGAN


Kotak kayu finishing gincu dan bagian luarnya laquer hitam berlukiskan prada dengan motif motif flora ini selain akrab di kalangan kaum peranakan juga lazim ditemukan dalam pernak pernik palembangan


seperti kita ketahui corak ragam maupun warna merah dan teknik laquer dan prada emas dalam budaya Palembang banyak mendapat pengaruh dari negeri Cina
hal ini menunjukan adanya hubungan baik antara dua bangsa yang terjalin sejak masa lalu


kotak ini sebagian menggunakannya sebagai alat menyimpan alat alat menginang
tetapi sebagian juga menggunakannya sebagai tempat perhiasan


terdiri dari 3 susun
di dalam nya terdapat 1 kotak yang lebih kecil dan apabila diangkat maka didalamnya merupakan satu ruangan dengan sekat yang dapat dibuka


dengan panjang 23.5 cm lebar 14 cm dan tinggi 10 cm
seluruh bagian dihiasi lukisan prada


Kondisi kotak utuh


salah satu sisinya terdapat bagian yang mengelupas 
hal ini lazim terjadi pada barang barang dengan finishing jenis ini


kotak kinangan tua ini masih tampil cantik untuk menambah koleksi anda

Senin, 09 Januari 2017

PATUNG CELADON DEWI KUAN IM


Dewi Kuan Im  /  Guan Shi Yin Po Sat
( Alvalokitesvara Bodhisattva )
Adalah Budha yang menolak ikut serta masuk Nirwana dan memilih untuk tinggal di dunia guna membantu manusia karena masih mendengar tangis penderitaan manusia


Alkisah saat Sang Dewi hendak memasuki Nirwana, beliau mendengar tangis penderitaan di dunia.
maka beliau menolak tawaran untuk masuk dan tinggal di Nirwana, serta memilih kembali dan menetap di dunia untuk membantu jiwa jiwa yang menderita


20 ajaran welas asih Sang Dewi adalah :
*Jika orang lain membuatmu susah, anggaplah itu tumpukan rejeki
*Mulai Hari ini belajarlah untuk menyenangkan orang lain
*Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu demi suatu tujuan, itulah bahagia
*Lari dan berlarilah untuk mengejar hari esok
*Setiap hari kamu harus merasa puas dengan apa yang sudah kamu dapatkan hari ini


*Setiap kali ada orang memberimu satu kebaikan, kamu harus mengembalikannya sepuluh kali lipat
*Nilailah kebaikan orang lain kepadamu, tapi hapuslah jasa mu kepada orang lain
*Dalam keadaan benar kamu difitnah, disalahkan dan dihukum, maka kamu akan mendapat pahala
*Dalam keadaan salah kamu dipuji dan dibenarkan, itu merupakan suatu hukuman
*Orang yang benar kita bela, tapi orang yang salah kita beri nasehat


*Jika perbuatanmu benar, tapi kamu difitnah dan dipersalahkan, dan kamu menerimanya. Maka akan datang kepadamu rejeki berlimpah limpah
*Jangan melihat / mengecam kesalahan orang lain, dan merasa diri sendiri yang paling benar
*Orang yang baik diajak bergaul, dan yang jahat dikasihani
*Kalau wajahmu tersenyum dan hatimu senang, pasti aku terima
*Dua orang saling mengakui kesalahan masing masing, maka mereka akan bersahabat selamanya



*Saling salah menyalahkan, maka akan menyebabkan putus hubungan
*Jika kamu rela dan tulus menolong orang yang dalam kesusahan, maka jangan sampai orang mengetahui bahwa kamu adalah penolongnya
*Jangan sekalipun membicarakan kejelekan orang lain dibelakangnya, karena kamu akan dianggap jelek oleh yang mendengarnya
*Jika kamu mengetahui seseorang berbuat salah, maka tegurlah dia dengan kata kata yang lemah lembut agar dia insyaf
*Doa dan sembah sujudmu akan aku terima, jika kamu sabar dan menuruti jalanku


Ajaran Sang Dewi yang sungguh penuh welas asih, andai semua orang mampu melaksanakannya pastilah tiada kekerasan di muka bumi ini

Patung celadon dewi Kuanyin dengan tinggi 12 cm 
original barang tua
terdapat beberapa bagian yang patah karena usia namun tidak mengurangi keindahannya


OKIMONO 置物


Okimono 置物  adalah istilah dalam bahasa Jepang yang berarti "ornamen untuk display, barang seni, objek dekoratif", biasanya ditampilkan dalam tokonoma atau butsudan "altar Buddha".


Sebuah okimono 置物  mungkin  mirip dengan netsuke 根付, tetapi lebih besar dari netsuke 根付 . Berbeda netsuke 根付 , yang memiliki tujuan tertentu, okimono 置物 adalah murni dekoratif dan dipajang di tokonoma


Selama periode Meiji  明治時代 okimono 置物 banyak dibuat untuk ekspor ke barat



Sebuah okimono 置物 terbuat dari gading dengan tinggi 5 cm dan diameter terbesar 3.5 cm
menggambarkan gaya bercinta atau dikenal dengan istilah kamasutra jepang
detail dikerjakan dengan sangat teliti dan berkarakter

keberadaan okimono lebih langka daripada netsuke
karenanya sangat layak untuk anda koleksi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...