Senin, 29 Agustus 2016

Mukun ayam







For sale;
Tempat perhiasan terbuat dari kristal milky ini pada masanya digunakan untuk tempat cincin pada upacara sang jit / seserahan
Termasuk dalam era victorian, kristal ayam melambangkan keibuan dan banyak rejeki.
Merupakan ukuran terkecil, yang jarang didapatkan...
Cantik untuk koleksi anda.

Minggu, 28 Agustus 2016

Plankon biru wiru wiru










Plankon kristal biru wiru wiru dihiasi lukisan bunga dan warna warna emas 
Asli barang tua dalam keadaan utuh
Benda era victorian yang cantik dan elegan ini layak untuk anda koleksi

Rabu, 17 Agustus 2016

Festival Hantu Festival Zhong Yuan Jie 中元節


Orang Tionghoa telah mengikuti kebiasaan tradisi Festival hantu ini sejak Dinasti Liang (502-557 AD) dan tradisi ini terus berkembang sampai ke masa kini.  

Dalam tradisi Cina, Festival Zhong Yuan Jie (中元节) atau Festival Hantu Lapar atau Yu Lan Pen festival disebut juga sebagai, "Festival Pertengahan Tahun," dirayakan pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan imlek sehingga disebut juga qi yue pan 七月半, atau  di Indonesia dikenal sebagai sembahyang Cioko (Sembahyang rebutan).
yang tahun ini jatuh tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2016


Perayaan ini banyak dirayakan oleh orang-orang Tionghoa di banyak negara. Oleh karena dua festival sangat mirip, maka Zhongyuan Festival ( 中元節) dan Upacara Ullambana ( 盂蘭盆節) versi agama Buddha Mahayana sering diadakan dalam waktu yang bersamaan.

Dalam tradisi Cina, hari ke-15 bulan lunar ketujuh disebut,"Ghost Day," dan seluruh bulan ketujuh pada umumnya dianggap sebagai bulan hantu ( Ghost Month / 鬼月), karena menurut sebuah kepercayaan bahwa dalam kurun waktu 1 bulan ini, Pintu Gerbang Neraka akan dibuka bebas sehingga para hantu dan roh, termasuk dari para leluhur, akan keluar dari alam yang lebih rendah untuk mengunjungi bumi selama sebulan.


Hal ini berbeda dengan kedua Festival Qingming (di musim semi) dan Chung Yeung Festival (di musim gugur), dimana keturunan keluarganya yang masih hidup memberi penghormatan kepada leluhur mereka. Pada bulan Hantu ini, almarhum diyakini keluar untuk mengunjungi orang yang masih hidup.

Selama bulan 7 yang disebut juga sebagai bulan hantu adalah waktu yang buruk untuk melakukan aktivitas juga yang paling berbahaya sepanjang tahun, karena banyak roh jahat yang keluar untuk menangkap jiwa, karena dipercaya bahwa peristiwa-peristiwa baik dan menggembirakan yang dilaksanakan di bulan “hantu” akan mendatangkan kesialan.

Sehingga selama bulan tujuh ini banyak orang yang menghindari seperti, bepergian, mengadakan pesta-pesta seperti perkawinan ataupun pindah rumah, memulai bisnis baru, menghindari berenang karena banyak roh air yang dapat mencoba untuk menenggelamkan Anda.


 Pada hari pertama bulan tujuh, biasanya nenek moyang dihormati dengan persembahan makanan, dupa, dan uang kertas yang dibakar sehingga roh dapat menggunakannya.

Persembahan untuk roh yang tanpa keluarga harus dibuat, sehingga mereka tidak akan membahayakan kita. Persembahan ini biasanya dilakukan di altar darurat yang didirikan di trotoar di luar rumah.

Kegiatan selama bulan ini akan mencakup mempersiapkan persembahan makanan ritual, membakar dupa dan membakar kertas sembahyang, barang-barang material seperti pakaian, emas dan barang-barang halus lainnya yang terbuat dari kertas untuk mengunjungi roh-roh para leluhur. 


Makanan yang rumit akan diberikan dengan menyediakan kursi kosong untuk masing-masing almarhum dalam keluarga untuk memperlakukan almarhum seolah-olah mereka masih hidup. 
Pada malam hari, dupa akan dibakar di depan pintu setiap rumah tangga. Semakin banyak dupa, semakin baik, jumlah dupa akan menunjukkan tingkat kemakmuran keluarga.  


Di beberapa tempat pada hari festival, keluarga yang hidup akan mengapungkan lentera di sungai untuk mengingat mereka yang telah meninggal. Menurut tradisi Cina, lentera digunakan untuk mengarahkan hantu atau para roh.   

Saat festival, semua toko ditutup untuk memberikan jalan kepada para roh agar mereka bisa menemukan jalan mereka kembali ketika lentera keluar. Di tengah jalan, altar dupa diatur setiap 100 langkah dengan mempersembahkan buah-buahan segar. biasanya para biarawan akan melantunkan lagu-lagu yang hanya bisa dimengerti oleh para roh. Ritual ini disebut shi ge'r, yang berarti menyanyikan lagu hantu.
Biasanya orang-orang akan menggunakan papan dan kertas warna-warni untuk membuat segala macam lentera, dengan lilin yang menyala di tengahnya. Para pengusaha biasanya sering bekerja sama untuk membangun sebuah perahu kertas besar, yang disebut Da Fa Boat, untuk mengangkut semua hantu ke tempat ideal mereka.


Saat malam tiba, orang akan menempatkan lentera dan perahu di sungai untuk melihat apakah perahu dan lentera itu akan mengapung atau tidak karena hal itu akan memberitahu mereka tentang nasib kerabat mereka yang telah meninggal.

Jika lentera atau perahu terapung di sungai, maka orang berpikir bahwa semangat roh tertangkap. Jika tenggelam, maka rohnya berarti disimpan, jika itu mengapung jauh atau ke pantai lain, maka rohnya akan menjadi makhluk abadi. 


Kebiasaan atau tradisi lainnya yang khas serta mengandung makna filsafat serta membedakan dengan tradisi lentera pada saat YuanXiao atau CapGo me adalah adanya Fang He Deng 放河灯 yaitu tradisi melepas lentera terapung di sungai yang mengalir sebagai simbolisme bahwa roh tersebut diberi sinar terang untuk menemukan jalannya menuju sang Asal yg disimbolkan dengan samudera (semua sungai menuju ke lautan).

Prinsip pelepasan lentera ini berkaitan dengan prinsip YIN palsu ( maksudnya roh yang gentayangan ) melalui YANG ( disini adalah dunia manusia ) kemudian kembali ke YIN asli ( alam kematian sesungguhnya ). Karena filsafat itulah maka tradisi FULI atau ZhaoHun atau juga yang kita sebut ChaoDu harus melalui proses setan-setan atau roh-roh gentayangan dilepas melalui alam manusia atau alam YANG agar bisa kembali ke alam YIN.

Pada tradisi Capgome yang mana bersifat merayakan perayaan bersifat Yang atau positif, maka lentera digantung. Sedangkan pada perayaan ZhongYuan atau GuiJie itu bersifat negatif, maka lentera dilepas di sungai atau danau. 

dikutip dari : Kebajikan ( De 德 ) 

Sabtu, 09 Juli 2016

HAPPY CHINESE VALENTINE 七夕節

Hari ini 


Pada akhir musim panas, bintang Altair dan Vega tinggi di langit malam, dan Cina mengatakan cinta: 
Adalah tentang kisah cinta antara Zhinu 织女 (gadis penenun, melambangkan Vega ) dan Niulang 牛郎 (gembala sapi, melambangkan Altair ). namun cinta mereka ditentang oleh dewa dewa, sehingga mereka dibuang ke sisi berlawanan dari Sungai Perak 銀河 (melambangkan Bima Sakti).Sekali setahun, pada tanggal 7 bulan 7 penanggalan lunar, sekawanan burung gagak akan membentuk sebuah jembatan untuk menyatukan kembali kedua sejoli itu untuk satu hari.
Kisah ini telah ada sejak jaman dinasti Han  漢朝 (206 BC – 220 AD)


Dikisahkan,pada jaman dahulu ada seorang pria yatim piatu. Dia tinggal bersama dengan kakak laki laki dan kakak iparnya. Karena dia seorang penggembala, orang-orang memanggilnya Penggembala Sapi (Niulang,牛郎). Niu lang 牛郎 hidupnya sangat menderita, Dia hanya mendapat seekor sapi sedangkan yang lain dapat sawah dan rumah orangtuanya. Suatu hari, Niu lang 牛郎 tidur di sawah dan bermimpi sapinya berkata kepadanya bahwa sudah saatnya dia mencari seorang istri. Besok dia harus pergi ke sebuah danau di kaki gunung yang sepi untuk menemuinya. Dan besoknya Niu lang 牛郎 pun pergi ke danau yang dimaksud sapi. Di sana dia melihat ada 7 putri cantik yang sedang bermain air di danau itu. Niu lang 牛郎  mengintip dari tepi danau dan pepohonan. Baju putri putri itu berwarna-warni diletakkan di tepi danau dekat tempat Niu lang 牛郎 mengintip. Dia ingat di mimpi itu, sapinya berpesan untuk mengambil satu baju berwarna merah, dan itulah calon istri Niu lang 牛郎. Ternyata gadis-gadis yang sedang mandi di danau itu adalah bidadari khayangan yang turun ke bumi untuk bermain-main. Ketika tiba saatnya bidadari2 pulang ke langit, dan semuanya sudah siap memakai bajunya, tinggal satu bidadari yang berbaju merah tidak menemukan bajunya karena dicuri oleh Niu lang 牛郎 tadi, sehingga dia tidak bisa kembali ke langit. Bidadari yang punya baju merah itu adalah seorang penenun (tukang tenun), namanya Zhinu 织女. Semua awan di langit adalah hasil karyanya. Dia adalah cucu Raja Langit 天帝 (Tian Di), anak dari Raja Dewa Yu Huang 玉皇 di kerajaan langit. Ia terkenal akan kepintaran dan kecantikannya. 


Setelah remaja, tentu saja seperti gadis remaja lainnya, ia ingin mencari pasangan hidup yang baik. Singkat kata, akhirnya bidadari itu menikah dengan Niu lang 牛郎di bumi dan hidup bahagia hingga memiliki 2 orang anak. Raja Langit menyadari kalo cucunya yaitu Zhi nu 织女  hilang. dan mendapat info bahwa Zhi nu 织女menikah dengan rakyat jelata di bumi. dia pun turun ke bumi untuk mencari Zhi nu 织女 .Lalu Zhi nu 织女 pun diculik ke langit dengan paksa oleh Raja Langit.Niu lang  牛郎 pun memandang ke langit dan melihat Zhi nu 织女 diseret ke langit dan berteriak-teriak memanggil Niu lang 牛郎 . Niu lang 牛郎 sangat kaget dan kebingungan bagaimana caranya terbang ke langit.Lalu sang sapi, piaraan Niu lang 牛郎 tidak tinggal diam. Sapi itu melempar tanduknya dan berubah menjadi sebuah sampan kecil. Niu lang 牛郎 langsung mengajak kedua anaknya naik ke sampan itu dan ajaib, sampan itu terbang ke langit mengejar Zhi nu 织女dan si Raja Langit. Raja Langit pun  mencabut jepit konde peraknya dan  menggores sungai perak 銀河系 yang luas di langit untuk memisahkan dua kekasih selamanya, sehingga membentuk Bima Sakti 銀河系 antara Altair 牽牛星 dan Vega 織女星. 


Namun setelah melihat kesungguhan hati dan cinta mereka, Raja kemudian membolehkan mereka bertemu setahun sekali pada tanggal 7 bulan 7. Pada malam ini,ribuan burung Que 鵲 yang mengasihani mereka akan membuat jembatan di atas Milky Way (鹊桥 , "jembatan burung que" yg berarti burung kebahagiaan) supaya mereka dapat bertemu. Inilah lambang cinta antara 2 dunia yang berbeda.


Gadis-gadis muda ikut yang serta dalam ritual ini (拜仙) Mereka pergi ke kuil lokal untuk berdoa kepada Zhi nü 织女.mereka membakar kertas doa sebagai persembahan, juga membaca doa tradisional untuk memohon ketangkasan dalam menjahit, yang melambangkan bakat tradisional pasangan yang baik.
 Mereka membuat janji untuk menikahi seseorang yang akan menjadi suami yang baik dan penuh kasih.
Secara tradisional, akan ada kontes di antara gadis-gadis muda yang berusaha untuk menjadi yang terbaik di dalam bidang jahit menjahit di bawah kondisi cahaya rendah seperti cahaya bara atau setengah bulan. 
Festival ini juga penting bagi pasangan yang baru menikah.Secara tradisional, mereka akan menyembah pasangan surgawi untuk terakhir kalinya dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka (辞仙).
Perayaan simbol pernikahan yang bahagia dan menunjukkan bahwa wanita yang sudah menikah berharga oleh keluarga barunya.
Selama festival ini, wanita lajang dan yang baru menikah membuat persembahan kepada Niu lang 牛郎 dan Zhi nü 织女, diantaranya buah buahan, bunga, teh, dan bedak . Setelah menyelesaikan persembahan, setengah dari bedak dilemparkan di atap dan separuh lainnya dibagi di antara para wanita muda.
diyakini bahwa dengan melakukan hal ini, perempuan terikat dalam kecantikan dengan Zhi nü 织女.

Rabu, 22 Juni 2016

Lampu Meja Antik





Lampu minyak antik yang cantik eropa, dengan kaki terbuat dari kuningan. 
Dengan tinggi total sampai semprong 70 cm dan tinggi tanpa semprong 55 cm 
Tempat minyak kristal bening vacet serasi dengan kaki kuningannya, dalam kondisi utuh bening. Hanya terdapat cacat pembuatan seperti tampak pada foto 5
Lampu ini masih berfungsi dengan baik sebagai lampu minyak, tapi dapat diubah sebagai lampu listrik.

Keberadaan lampu minyak duduk jauh lebih langka daripada lampu gantung, 
Cantik untuk memeriahkan hari raya anda


Senin, 20 Juni 2016

Original Haller








Kompor enamel antik " original haller "
Kondisi masih dapat digunakan dengan baik. Hanya kaca untuk melihat nyala api (kaca bulat) sudah diganti baru. 
Kompor enamel antik ini siap memeriahkan hari raya anda

Rabu, 15 Juni 2016

PETI ANTIK


Kotak / peti amtik nerdimensi panjang 80 cm, lebar 40 cm tinggi 36 cm ini terbuat dari kayu jati, dimana pada kanan kirinya terdapat ring besi untuk mempermudah mengangkatnya.



Pada jaman dahulu peti seperti ini dihunakan untuk menyimpan kain batik atau pakaian dalam perjalanan (semacam koper sekarang)



terdapat sedikit luka gigitan binatang pada bagian tutupnya tapi tidak terlihaat


juga terdapat tambalan di bagian dalamnya


konstruksi dibuat menggunakan sistim ekor burung, menjadikannya kokoh meskipun sering dipindah pindahkan dan sudah melewati perjalanan waktu yang panjang


dengan menambahkan sedikit asesoris maka peti antik ini akan tampil cantik dan elegan di ruamg amda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...