Kamis, 08 Maret 2012

PIN PAKOEBOEWONO


Berdirinya Kasunanan Surakarta Hadiningrat, merupakan dampak dari konflik berkepanjangan yang terjadi di Kesultanan Mataram Islam yang berdiri sejak abad ke 16 masehi.
Pemerintahan awal Kesultanan Mataram Islam berada di Mentaok, kemudian Kotagede (Yogyakarta).Kemudian Amangkurat II (1860-1702) mendirikan kerajaan baru di timur Yogyakarta, yaitu di hutan Wonokarto yang kemudian berganti nama menjadi Kartasura (kini di kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah). Keraton baru di Kartasura yang dibangun tahun 1679 kemudian dikenal sebagai Kasunanan Kartasura Hadiningrat.


Di era pemerintahan Pakubuwono II, yakni di kurun 1741-1742 terjadi upaya perlawanan yang dikenal sebagai "Geger Pecinan" dimana menyebabkan hancurnya istana Kasunanan Kartasura Hadiningrat.
Karenanya pada 1744, Pakubuwono II membangun pusat pemerintahan baru di desa Sala (Solo), dekat  sungai Bengawan Solo. Daerah ini kemudian dikenal dengan nama Surakarta. 
Dibangunnya istana di Surakarta, menandai berdirinya Kasunanan Surakarta Hadiningrat


Pada penghujung tahun 1749 itu, Pakubuwono sakit keras, hingga kedaulatan Kasunanan Surakarta Hadiningrat serahkan kepada Belanda, yakni VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Sejak itulah penobatan raja raja keturunan Mataram harus seijin Belanda

( sepasang Pin Pakubuwono terbuat dari perak dengan berat 3,9 gram, yang sarat dengan sejarah kerajaan di Jawa Tengah ) 

SOLD
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...