Rabu, 11 September 2013

LAMPU ANTIK 16 仿古燈第十六


Lampu minyak antik berbentuk cupid  


dengan tinggi patung 34 cm
tinggi sampai tempat minyak 42 cm
tinggi keseluruhan 73 cm


kap kubisan bentuk dan ornamen khas eropa,
dengan semburat warna hijau yang soft dan indah
tempat minyak kristal bening dengan slap slap yang menambah keindahannya




patung cupid yang dikerjakan dengan amat indah dan detail
berbahan alpaca, sehingga memberikan nuansa warna keperakan yang menawan





ALPACA
Sering digunakan untuk menggantikan perak, merupakan jenis alloy dengan perbandingan tembaga : nikel : seng : timah putih = 60:20:20:5


terdapat retakan kecil sekitar 0.5 cm
tapi tidak mengganggu penampilan ataupun fungsi



terdapat bagian yang cuil pada bagian kubisannya tapi tidak begitu terlihat



lampu duduk eropa nan cantik, menghadirkan nuansa kolonial masa silam yang elegan dan menawan

ALPACA
Perak nikel sering juga disebut sebagai perak jerman, argentann, paktong, perak baru, campuran nikel atau alpaca. Logam ini terdiri dari campuran tembaga, nikel dan seng. Formulasi umumnya terdiri dari 60% tembaga, 20% nikel dan 20% seng sehingga menghasilkan logam seperti perak. Apalagi setelah di elektro plating atau di krom warna perak , maka logam ini akan benar-benar terlihat perak sesungguhnya.

Kata perak nikel diambil karena campuran logam tanpa perak ini menghasilkan logam yang terlihat seperti perak.

Perak nikel ini awal nya sangat popular digunakan sebagai peralatan makan seperti piring, sendok, pisau, garpu dan sejenisnya. Bahkan hingga berkembang untuk kebutuhan resleting, kunci, perhiasan handmade, alat musik, jalur rel, hingga kebutuhan industri berat.

Namun perlu diingat bahwa tembaga umumnya berbahaya apabila digunakan untuk makanan dan minuman. Karena pada jangka lama dapat menyebabkan sirosis (hati) pada kesehatan manusia.

Untuk nama alpaca sendiri dinamakan oleh Berlin dan Ernst August Geitner yang telah menemukan campuran logam perak nikel.

SOLD
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...