Jumat, 17 Januari 2014

KAPSTOK/TEMPAT KUNCI Art Deco


Art Deco adalah seni visual gaya desain yang pertama kali muncul di Perancis setelah Perang Dunia I , berkembang secara internasional pada 1930-an dan 1940-an


Art Deco muncul ketika industrialisasi yang pesat telah mengubah budaya. Salah satu atribut utama adalah penggunaan teknologi.



Gaya ini sering ditandai dengan bentuk bentuk geometris yang berani, dan penggunaan material yang berkelas


 Ini membedakan Art Deco dari pendahulunya Art Nouveau  yang menyukai motif motif organik pada karya karyanya


Penggunaan pertama istilah Art Deco terkait dengan arsitek Le Corbusier, yang menulis serangkaian artikel di jurnal L'Esprit nouveau 1925 Expo: Seni Deco . Dia mengacu pada 1925 Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes (International Exposition of Decorative Arts dan Industri modern). 


Istilah mulai digunakan lebih umum pada tahun 1966, ketika sebuah pameran Perancis diadakan dengan judul Les Années 25: Art Deco / Bauhaus / Stijl / Esprit Nouveau . Di sini ungkapan itu digunakan untuk membedakan kerajinan dekoratif Perancis dari Belle Epoque dari orang-periode selanjutnya. 


Art Deco adalah gaya populer dan berpengaruh banyak di bidang desain. digunakan secara luas dalam produk konsumen seperti mobil, furnitur, peralatan masak, porcelain, tekstil, perhiasan, jam, dan barang-barang elektronik seperti radio, telepon, dan jukebox es.


 Hal ini juga mempengaruhi arsitektur , desain interior , desain industri , mode , seni grafis , dan bioskop .


Di Indonesia, Era Hindia Belanda banyak terdapat bangunan di kota-kota besar di Jawa . 
Bandung memiliki salah satu koleksi terbesar bangunan Art Deco yang tersisa dari tahun 1920-an di dunia didisain oleh beberapa arsitek Belanda dan perencana , terutama Albert Aalbers 's DENIS Bank (1936) di Jalan Braga dan direnovasi Savoy Homann Hotel (1939).  Thomas Karsten , Henri Maclaine Pont , J Gerber dan CPW Schoemaker . The Societeit Concordia (sekarang Gedung Merdeka ) adalah sebuah bangunan bersejarah di Bandung dirancang oleh Van Galen Last dan CP Wolff Schoemaker.

 Di Jakarta , bangunan art deco termasuk Handel Maatschappij gedung Nederlandsche (1929), sekarang Museum Bank Mandiri, oleh J. de Bryun, AP Smiths, dan C. Van de Linde, sedangkan Stasiun Jakarta Kota (1929) dirancang oleh Frans Johan Louwrens Ghijsels, dan Metropole Bioskop di Menteng .


Kapstok tempat cantelan baju bisa digunakan juga sebagai  tempat mencantelkan kunci terbuat dari kayu jati 
dengan dimensi  46 cm X 30 cm dan ketebalan 18 cm
sudah dipolitur ulang dan siap digunakan
dengan karakter Art Deco yang amat kuat, sederhana tapi nampak anggun berwibawa
terdapat 3 buah cantelan terbuat dari kuningan 
pada bagian atasnya dapat digunakan untuk meletakan koleksi kesayangan anda

SOLD



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...