Minggu, 05 April 2015

Festival Qing Ming 清明節


di Indonesia lebih dikenal sebagai Ceng Beng (bahasa Hokkien) adalah ritual tahunan etnis China untuk bersembahyang dan ziarah ke kuburan sesuai dengan ajaran Khonghucu. Festival tradisional Cina ini jatuh pada hari ke 104 setelah titik balik Matahari pada musim dingin (atau hari ke 15 dari hari persamaan panjang siang dan malam pada musim semi), pada umumnya jatuh pada tanggal 5 April, dan setiap tahun kabisat, Qing ming 清明 jatuh pada tanggal 4 April. Secara astronomi, ini juga merupakan terminologi Matahari. Dalam terminologi Matahari, Festival Qing ming 清明 adalah pada hari pertama dari 5 terminologi Matahari, yang juga dinamai Qing ming 清明. Nama yang menandakan waktu untuk orang pergi keluar dan menikmati hijaunya musim semi (Tà qīng 踏青, "menginjak tumbuhan hijau"), dan juga ditujukan kepada orang-orang untuk berangkat ke kuburan.


 Festival ini merupakan hari libur umum di Cina (RRC), sama halnya juga di Hong Kong, Macau dan Taiwan. Di Korea, Qīngmíng dikenal dengan sebutan hari Hansik. Hari Menyapu Kuburan (Hari Pembersihan Pusara) dan Festival Bersih Terang adalah terjemahan yang paling umum dalam mengartikan 'Qīng míng 清明'. Untuk orang China, hari ini merupakan suatu hari untuk mengingat dan menghormati nenek moyang. Setiap orang berdoa di depan nenek moyang, menyapu pusara dan bersembahyang dengan makanan, teh, arak, dupa, kertas sembahyang dan berbagai asesoris, sebagai persembahan kepada nenek moyang. Upacara ini sangat penting bagi kebanyakan orang China, terutama petani, dan biasanya dapat dilaksanakan 10 hari sebelum atau sesudah hari Qīng míng 清明. 


Juga pada waktu Qīng míng 清明, orang melakukan tamasya keluarga, mulai membajak sawah pada musim semi. Hal populer lain yang melakukan adalah memainkan layang-layang (dalam berbagai bentuk binatang, atau karakter dari Opera Cina). 


Sesuai catatan, masyarakat China di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura dan juga beberapa daerah di Indonesia juga melanjutkan praktik dari kebiasaan ini. Hari Hanshijie 寒食節, sehari sebelum Qīng míng 清明, diciptakan oleh Chong'er (重耳), Bangsawan Wen dari negara Jin (晋) pada masa Periode Musim Semi dan Musim Gugur (Chunqiu 春秋), manakala ia secara tidak sengaja membunuh bawahan dan teman baiknya, Jie Zhitui 介之推 dan ibunya dalam suatu pembakaran hutan dengan harapan akan membuat Jie Zhitui kembali kepadanya. Pada hari Hanshijie 寒食節, orang tidak diijinkan menggunakan api untuk memanaskan makanan, yang kemudian dijuluki Festival Makanan Dingin. Dan pada kenyataannya, 300 tahun kemudian, perayaan Hanshijie 寒食節 dikombinasikan dengan Festival Qīng míng 清明... dan kemudian mulai dilupakan oleh kebanyakan orang.sehingga kini orang hanya mengenal perayaan Qing ming 清明 


Di beberapa negara di Asia, peringatan Qing ming 清明 dianggap sangat penting artinya dan diperingati sebagai hari libur nasional selama beberapa hari.
 Selain perayaan Tahun Baru Imlek,Qing ming 清明 adalah tradisi penting bagi masyarakat China, karena pada masa inilah seluruh anggota keluarga berkumpul bersama menghormat dan memperingati leluhur mereka.

Sayang saat ini di Indonesia banyak masyarakat Cina keturunan yang mulai melupakannya, padahal dibalik perayaan Qing Ming 清明 tersimpan makna yang luar biasa salah satu diantaranya adalah merekatkan kembali rasa kekeluargaan dalam satu leluhur

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...