Senin, 11 Mei 2015

LORO BLONYO

 Patung "Loro Blonyo"  
merupakan Simbolisme Mitos Dewi Sri dan Raden Sadono dalam Sistem Kepercayaan Masyarakat Jawa


Dewi Sri dan Sadono sangat dipengaruhi oleh mitologi dan kosmologi Jawa.
 Keberadaan Dewi Sri dan Sadono dalam cara pandang orang Jawa diyakini sebagai konstruksi pemahaman asal-usul manusia yang harus dihormati sebagai leluhur Jawa. 
Kesuburan merupakan ritual sistem kepercayaan Jawa yang diyakini berasal dari setiap pasangan yang kemudian mendatangkan dampak kemakmuran dan kesejahteraan hidup


loro blonyo merupakan visualisasi mitos dewi Sri dan Sadono.
 Keberadaannya terbentuk sebagai akibat dari proses kreatif tangan seniman pengrajin sebagai perintah penguasa (Raja) yang kemudian diabsahkan (legitimasi) sebagai simbol yang diyakini masyarakat Jawa. 
Figur patung tersebut dalam kepercayaan Jawa sebagai kelengkapan ritual yang diletakkan di sentong tengah pada ndalem dalam rumah tradisional Joglo milik bangsawan atau priyayi. 


Makna patung loro blonyo adalah saling melengkapi satu sama lain atau dwitunggal.
 Dalam konteks pandangan Jawa patung sepasang yang menggambarkan penganten tersebut sebagai cerminan penyatuan yang mendatangkan kesuburan dan kemakmuran, kesuburan di sini dalam arti reproduksi biologis pada manusia, dan juga kesuburan tanaman. Dengan demikian makna loro blonyo dalam budaya Jawa lebih bersifat simbolik interpretative bagi masyarakat pendukungnya terutama kalangan agraris.


Konsep ritual merupakan bentuk penghormatan kepada Hyang Widi dengan memberikan sesaji  sebagai bentuk rasa syukur.
 Mitos Dewi Sri-Sadono yang tercermin dalam simbolisme loro blonyo adalah merupakan salah satu kelengkapan ritual kesuburan di senthong tengah dalam pandangan budaya Jawan yang terkait dengan kosmologi masyarakatnya

SOLD

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...