Minggu, 30 Oktober 2016

JAM ANTIK


Jam mekanis diperkenalkan ke Jepang oleh para misionaris Jesuit atau pedagang Belanda di abad ke-16.
Namun demikian, clockmakers Jepang menunjukkan kecerdikan yang cukup besar dalam mengadaptasi teknologi jam mekanik Eropa untuk kebutuhan ketepatan waktu tradisional Jepang.
Jam sudah ada di Jepang sejak pertengahan abad ke-7 dalam bentuk jam air. [1] Nihon Shoki menyatakan bahwa Kaisar Tenchi membuat jam air, atau rokoku, di 660 dan 671 AD [2] jam ini digunakan untuk 800 lain tahun sampai kedatangan agama Kristen di Jepang pada abad ke-16.


Sebuah komponen kunci dari pengembangan jam Jepang adalah publikasi Hosokawa Hanzo "Karakuri Zui" pada tahun 1796, di mana ia menjelaskan metode produksi jam dalam volume pertama, dan Karakuri ningyou dalam volume kedua dan ketiga. [Volume pada clockmaking terkandung petunjuk yang sangat rinci untuk produksi, mencolok jam berat digerakkan dengan pelarian ambang dikendalikan oleh Foliot a.  tingkat melek huruf yang relatif tinggi dan antusiasme masyarakat , membuat kontribusi yang besar dalamnya


 Setelah Restorasi Meiji tahun 1868, Jepang akhirnya menghapuskan penggunaan sistem jam sementara nya. Meiji Kabinet mengeluarkan Ordonansi Nomor 453 tahun 1872 yang beralih Jepang dari kalender lunar ke barat, kalender matahari. menyebabkan penurunan wadokei dan munculnya industri jam barat-gaya di Jepang.


Salah satu Jam produksi Jepang dengan merk HIMA dimana merk ini terkenal dengan akurasinya 
dalam kondisi utuh dan berfungsi dengan baik, merupakan jam tengahan menggunakan senar obat nyamuk / spral dimana jam akan berbunyi tiap setengah jam
jam ini memiliki dimensi  tinggi 48 cm lebar 21 cm dan tebal 10 cm  lebih kecil dari jam sejenis pada umumnya.
keberadaan jam Jepang kini mulai dilirik oleh pencinta jam antik mengingat keberadaannya yang relatif lebih jarang dibandingkan dengan jam produksi eropa dan merupakan penggalan sejarah jam mekanik di asia

SOLD

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...