Selasa, 29 Maret 2016

Li Tie Guai 李鐵拐



Li Tie Guai (Hanzi:李鐵拐) berarti "Li si Tongkat Besi" merupakan salah satu anggota Delapan Dewa. Walaupun dikenal pemarah, Li sangat murah hati terhadap kaum miskin, orang sakit dan mereka yang membutuhkan pertolongan. 


Alkisah, ia dilahirkan pada masa dinasti Zhou Barat dengan nama Li Yuan. Ia belajar dari Lao Zi (pendiri Taoisme) dan dewi Xi Wangmu. Meditasi yang dilakukannya selama 40 tahun kerap membuatnya lupa makan dan tidur.


Sebelum menjadi dewa, ia adalah seorang yang tampan. Suatu hari, saat jiwanya akan mengembara ke alam baka, ia memberitahu muridnya untuk menunggui jasadnya selama 7 hari. Bila ia tidak kembali pada setelah 7 hari, maka muridnya harus mengkremasi jasadnya. Namun setelah 6 hari, sang murid harus pulang menjenguk ibunya yang sekarat. Karena ia tak berani meninggalkan jasad gurunya, maka jasad gurunya dikremasikan.


Saat Li Tie Guai kembali, jiwanya terpaksa harus masuk ke tubuh pengemis tuna wisma yang mati kelaparan. Bentuk fisik barunya sangat berbeda, dengan ciri-ciri "berkepala lonjong, bermuka hitam, rambut dan brewok berantakan, bermata besar dan pincang". Lao Zi memberinya ikat kepala emas untuk menjaga rambutnya dan mengganti tongkat bambu dengan tongkat besi. Li kemudian membangkitkan ibu muridnya yang telah meninggal dengan ramuan ajaib.


Patung Li Tie Guai 李鐵拐 atau dikenal dengan sebutan Tie Kuai Lie terbuat dari kayu rosewood  dengan tinggi 34 cm dan diameter 8 cm
pada bagian bagian jubahnya dihiasi motif  dengan inlay perak 
terdapat bagian yang retak (seperti nampak pada foto no 5, 7 dan cuil kecil pada foto no 8 nyaris tak kelihatan )
hal ini biasa terjadi pada patung kayu tua yang mengalami perubahan iklim karena usia, tapi tidak mengurangi keindahannya

SOLD
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...