Senin, 23 Oktober 2017

KINANGAN PERANAKAN




mengunyah sirih ( menginang ) merupakan budaya melayu yang dilakukan juga oleh nyonya nyonya peranakan Cina


hal ini karena pada awalnya orang Cina yang merantau hanya kaum pria saja.
mereka menikah dengan perempuan pribumi dan terjadilah percampuran budaya


anak anak kaum peranakan dekat dengan ibu karena sang ayah sibuk bekerja,
karena itu mereka seringkali tidak bisa berbahasa Cina fasih dengan bahasa ibu mereka


dan bagi kaum perempuan peranakan merekapun mengunyah sirih ( menginang)


meskipun kaum peranakan fasih dengan bahasa ibu, tapi mereka masih melaksanakan ritual dan adat istiadat ayahnya yang berasal dari Cina
sehingga terjadilah budaya sendiri yaitu budaya peranakan


kinangan ini terbuat dari perak bagus, tampak disini sentuhan budaya eropa pada kaki kakinya dan budaya cina pada bunga bunga ragam hias serta detailnya


dibuat dengan detail yang bagus dengan bahan perak yang bagus pula
kinangan ini digunakan oleh kaum kelas atas / orang kaya pada masanya


dengan berat 491 gram
dimensi 18 cm x 11 cm x 5,5 cm 
dalam kondisi utuh, kinangan ini merupakan warisan keharmonisan masa silam 
sungguh amat layak untuk dikoleksi


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...