Sabtu, 26 Mei 2012

RELIEF CHINA 中國救災


Papan relief dengan ukuran 40 cm x 61 cm 


dibagian kiri atas tampak dewa jodoh yue xia lao ren (月下老人)


Wei Gu dan putri nyonya Chen sedang memberi nama "pondokan perjodohan"


tampak dua sastrawan memperhatikan


dengan dasar warna hitam dan relief menggunakan prada kiem po 
makin   memunculkan kesan artistik dan mewah pada relief ini


diukir pada selembar kayu jati 


tampak indah dan mewah dalam pesona oriental

"SEKELUMIT KISAH TENTANG DEWA JODOH"
Yue Xia Lao Ren 月下老人 secara
harafiah berarti "Orang Tua Di Bawah Rembulan." Beliau dipercaya sebagai dewa
yang mengatur pernikahan. Meskipun demikian, tiada seorangpun yang mengenal nama
asli Beliau.

Alkisah pada zaman Dinasti Tang terdapat seseorang yang bernama Wei Gu. Suatu
malam, ia sedang menginap di sebuah pondokan di kota Song. Ketika sedang
sendirian berjumpalah ia dengan seorang tua berambut dan berjanggut putih yang
membawa tas hijau beserta sejilid buku. Didera oleh rasa penasaran, Wei Gu
menghampiri orang tua itu dan mengajukan pertanyaan. Orang tua itu menjawab
bahwa ia sedang memeriksa daftar pernikahan umat manusia di muka bumi.

Ternyata tas hijau orang tua itu berisikan tali-tali berwarna merah. Wei Gu
yang ingin tahu menanyakan apakah gunanya benda tersebut. Orang tua itu menjawab
bahwa tali-tali itu akan dipergunakan mengikat pasangan-pasangan yang saling
berjodoh. Mendengarnya, Wei Gu menjadi ingin tahu siapakah jodohnya. Orang tua
itu menjawab, "Jodohmu adalah puteri seorang ibu tua bernama Chen yang berkerja
sebagai penjual sayur di utara pondokan ini."

Tak terasa empat belas tahun berlalu dan Wei Gu diangkat sebagai pejabat kota
Xiang. Gubernur setempat bermarga Wang memberikan puterinya agar dinikahi oleh
Wei Gu. Setelah acara pernikahan, Wei Gu teringat ramalan orang tua itu dan
tertawa, "Apa yang dikatakannya omong kosong belaka."

Namun setelah pernikahan mereka, isterinya mengaku bahwa dirinya sesungguhnya
adalah puteri Nyonya Chen, si pedagang sayur, yang diangkat anak oleh Gubernur
Wang. Wei Gu tercengang dan tertawa lebar, "Ah ternyata apa dikatakannya sungguh
tepat." Magistrat kota mendengar perihal tersebut dan menamakan pondokan tempat
Wei Gu menginap sebagai "Pondokan Perjodohan." Semenjak saat itu, orang tua
tersebut dipuja sebagai Yue Xia Lao Ren.

disarikan dari buku "100 Chinese Gods" karya Wu Luxing

SOLD
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...