Jumat, 10 Agustus 2012

LIONTIN DEWI GUAN YIN 觀世音菩薩垂饰


Guan Yin 觀音, adalah penjelmaan Buddha Welas Asih di Asia Timur, Nama lengkap dari Guan Yin adalah Kwan She Im Phosat 觀世音菩薩.
Awalokiteswara sendiri asalnya digambarkan berwujud laki-laki di India, begitu pula pada masa menjelang dan selama Dinasti Tang (tahun 618-907). Namun pada awal Dinasti Song (960-1279), berkisar pada abad ke 11, beberapa dari pengikut melihatnya sebagai sosok wanita yang kemudian digambarkan para seniman. Perwujudan Guan Yin sebagai sosok wanita lebih jelas pada masa Dinasti Yuan (1206-1368). Sejak masa Dinasti Ming, atau berkisar pada abad ke 15, Guan Yin secara menyeluruh dikenal sebagai wanita.


Guan Yin pertama diperkenalkan ke Cina pada abad pertama SM, bersamaan dengan masuknya agama Buddha. Pada abad ke-7, Guan Yin mulai dikenal di Korea dan Jepang karena pengaruh Dinasti Tang. Pada masa yang sama, Tibet juga mulai mengenal Guan Yin dan menyebutnya dengan nama Chenrezig. Dalai Lama sering dianggap sebagai reinkarnasi dari Guan Yin di dunia.
Jauh sebelum masuknya agama Buddha menjelang akhir Dinasti Han, Guan Yin Pho Sat telah dikenal di Tiongkok purba dengan sebutan Pek Ie Tai Su yaitu Dewi Berbaju Putih Yang Welas Asih ("Dewi Welas Asih"). Di kemudian hari, Dewi Guan Yin identik dengan perwujudan dari Buddha Avalokitesvara.



Pengertian Avalokitesvara Bodhisatva dalam bahasa Sanskerta adalah:
*"Avalokita" (Kwan / Guan / Kwan Si / Guan Shi) yang bermakna Melihat ke Bawah atau Mendengarkan ke Bawah (“Bawah” disini bermakna ke dunia, yang merupakan suatu alam (Sanskerta:lokita)).
*Kata "Isvara" (Im / Yin), berarti suara (suara jeritan mahluk atas penderitaan yang mereka alami).


Kwan She Im Phosat 觀世音菩薩 terukir dengan begitu indah dalam bentuk Sebuah Liontin terbuat dari batu giok 玉 tua dengan dimensi 5 x 5 cm
apabila disinari maka giok akan berwarna hijau

SOLD

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...