Senin, 08 Februari 2016

恭賀新禧



kedatangan orang China di Indonesia telah tercatat sejak
beratus-ratus tahun yang lalu, yaitu sejak pedagang-pedagang China mengunjungi pulau
Jawa dengan tujuan utama berdagang. Hubungan antara China dengan Indonesia telah
ada sejak awal Masehi. Adanya penemuan benda-benda keramik di Jawa Barat, Banten
Utara, dan Sumatera Selatan yang berasal dari Jaman Dinasti Han (漢朝) (206SM-220M)
membuktikan terjadinya perdagangan keramik antara
China dan Indonesia.



Akhir abad 9 yaitu dinasti Tang (唐朝) sejumlah imigran China datang ke
Indonesia dengan tujuan utama berdagang dan menetap di Indonesia yaitu Pulau Jawa.
Tempat tinggal mereka umumnya di Pantai Tuban, Surabaya dan Gresik. Hal ini dapat
dimengerti mengingat pelabuhan-pelabuhan besar di Pulau Jawa baik untuk berdagang
ataupun untuk bertempat tinggal, semuanya terletak di sepanjang pantai utara Pulau
Jawa yang menghadap ke Laut China Selatan.
Sedangkan orang-orang China yang
datang ke Sumatera dan Kalimantan sebagian besar adalah petani dan buruh. Orang
China hidup dengan berdagang, bertani dan menjadi buruh, mereka umumnya yang
datang hanya lelaki dan tidak membawa keluarganya dari China. Mereka menikahi
perempuan lokal untuk dijadikan istri karena pada jaman itu ada aturan perempuan
dilarang pergi ke luar China. Sejak itu munculah sebuah ras campuran baru, yaitu
golongan peranakan atau keturunan China. Kebudayaan golongan peranakan bukan
kebudayaan China dan juga bukan kebudayaan asli. Anak-anak mereka, dibesarkan oleh
ibu bangsa pribumi, dengan segera mereka kehilangan Bahasa Mandarin dan berbicara
dengan bahasa lokal. Namun, mereka masih memelihara identitas sebagai orang China.
China peranakan bersama penduduk setempat, dari generasi ke generasi hidup rukun
damai.



Tahun Baru / Guò nián 過年
merupakan perayaan terpenting orang China. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama 正月 di penanggalan imlek dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵節 di tanggal kelima belas pada saat bulan purnama. Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".



Pada Awalnya perayaan tahun baru merupakan pesta rakyat menyambut datangnya musim semi 春天
jadi tidak berhubungan dengan suatu agama atau kepercayaan tertentu, seluruh masyarakat Cina merayakan datangnya musim semi dengan suka cita menyambut kehidupan baru, dimana setelah musim dingin yang panjang kini mereka dapat kembali beraktifitas dan bercocok tanam kembali.
dalam perkembangannya Tahun baru Imlek dihitung berdasar atas kelahiran filsuf Kong Hu Cu 孔夫子 th 551 SM
dan di Indonesia sendiri tahun baru Imlek hampir 100% dianggap sebagai hari raya umat Kong Hu Cu, dan kehilangan makna awal sebagai pesta rakyat seluruh negeri.
baru pada setelah era reformasi banyak umat diluar kepercayaan Kong Hu Cu mulai merayakannya sebagai ucapan syukur atas kehidupan baru yang Tuhan berikan bagi seluruh negri



Menurut legenda, dahulu kala, Nián 年, adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam legenda lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri mereka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián 過年, yang berarti "menyambut tahun baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian"
Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鴻鈞老祖 atau 鴻鈞天尊 Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.



農曆新年
三陽開春
合家安建
五福滿門
恭喜發財

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...